Sebagian massa tetap bertahan hingga di pukul mundur hingga simpang jalan kantor Korem Samarinda hingga pukul 8 malam (Foto :bha)
SAMARINDA, Brita HUKUM : Aksi demontrasi ribuan massa Mahasiswa dan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM Kaltim) di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gaja Mada Samarinda, Selasa (21/4/2026) dimulai Pukul: 14.30 Wita, menjelang malam berakhir ricuh.
Aksi ribuan massa di Kantor Guberbur Kaltim merupakan lanjutan Aksi di Gedung DPRD Kaltim pada pagi harinya yang berakhir massa membubarkan diri dengan damai.
Dalam aksi di Kantor gubernur kaltim dengan isu yang sama di DPRD Kaltim, massa mengecam kebijakan belanja Pemerinta provinsi Kaltim yang tidak pro terhadap rakyat miskin, mulai dari belanja mobil mewah 8,5 Miliar hingga renovasi rumah jabatan gubernur Kaltim senilai Rp25 Miliar, serta isu nepotisme.
Situasi mulai memanas setelah lewat pukul: 18.00 Wita sebagian massa menolak membubarkan diri meskipun pukul 17.45 Wita koordinator aksi telah mengatakan untuk mengakhiri kegiatan aksi.
Sejumlah peserta aksi justru bertahan di lokasi dan melakukan pelemparan ke arah aparat menggunakan botol minuman, batu hingga pecahan keramik, bahkan sempat terjadi aksi bakar-bakar di depan pintu masuk kabtor kantor gubernur.
Aparat kepolisian yang berjaga sebelumnya telah berulang kali memberikan imbauan secara persuasif, namun karena kondisi semakin tidak kondusif, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memukul mundur massa dari dua arah, yakni dari sisi Korem 091/ASN dan Jalan Gunung Cermai.
Proses pembubaran, aparat mengerahkan beberapa unit water cannon serta menembakkan gas air mata untuk mengendalikan situasi, sekitar pukul 20.00 Wita, massa akhirnya berhasil dibubarkan dan meninggalkan lokasi.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan bahwa secara umum aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, meski sempat terjadi kericuhan di akhir kegiatan.
“Secara umum unjuk rasa berjalan baik dan kami mengapresiasi massa yang menyampaikan aspirasi secara damai,” ujarnya.
Tindakan pembubaran yang dilakukan aparat telah sesuai dengan prosedur, langkah yang diambil masih dalam koridor SOP dan situasi tetap aman serta terkendali, pungkas Kapolda. (bha/agazali).






