JAKARTA, BritaHUKUM.com – Lamaholot adalah kelompok etnis yang berada di wilayah Flores Timur, Pulau Adonara, Pulau Solor juga lembata yang saat ini menjadi kota Kabupaten sendiri yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki ikatan komunal yang kuat (Lewotana) dengan tradisi gotong royong yang khas (Gemohing) dengan budaya yang kuat akan menggelar Festival Lamaholot secara Nasional di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

“Festival Budaya Lamaholot dilakukan di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026, ingat dan catat tanggalnya”, sebut Ketua Paguyuban Lamaholat Jabodetabek Abdul Harus Tokan kepada BritaHUKUM.com, Kamis (28/6/2026).
Pelaksanaan Festival Budaya Lamaholot masyarakat Lamaholot sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan gotong royong. Hal ini tercermin dalam budaya dalam lakon pentasan atraksi dalam Festival Budaya Lamaholot yang salah satunya memperkenalkan para anak cucu dari perkawinan campuran darah Lamaholot atau Diaspora NTT yang tersebar di Jabodetabek, terang Haris Tokan.
Titehena adalah para Diaspora Flores Timur yang ada di Jakarta yang merupakan warga asal Flores Timur Daratan, Pulau Adonara, Pulau Solor.
“Dari sinilah 34 komunitas keluarga kecil yang membentuk wadah yang diberinama Titehena yang ada di Jabodetabek,” ujar Haris.
Festival Budaya Lamaholot ini lahir yang digagas Titehena dengan melihat budaya-budaya luar yang begitu kencang sehingga mendegredasi budaya lamaholot, sehingga diaspora Flores Timur yang berada di Jakarta untuk mengedimukasi Generasi Muda Perantau yang memiliki banyak anak-anak Lamaholot yang lahir dan besar di Jakarta (bahkan dari pernikahan campur) tidak lagi memahami budaya asli mereka lamaholot.
“Festival ini menjadi media kaderisasi dan pelestarian budaya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri,” jelas Haris.
Untuk mendukung suksesnya Festival Lamaholot di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kami mendatangkan 4 orang Suhu atau Maestro musik yang dikenal pelantun pantun langsung dari Nusa Tadon Adonara.
Ke 4 suhu atau pelantu pantun yang terkenal di Adonara adalah; Ama Dei dan Ama Lamablawa dari Kiwang Ona, dan Ama Martinus dan Ama Siba dari Witihama, terang Haris.
Festival Lamaholat yang pertama di TMII Jakarta ini yang ditampilkan beberapa tarian;

Ilustrasi Tarian Hedung (Foto: Istimewa)
1. Tarian Perang (Hedung), tarian dibawakan oleh berbagai kelompok suku yang ada di Adonara antara lain, Kelompok Witihama, Kelompok Hinga, Kelompok Kiwang Ona, Kelompok Lamabunga, yang mana pesertanya sekitar 100 orang dengan senjata tombak (gala) dan parang (peda) dalam aksi tarian perang (Hedung).

Ilustrasi Tarian Ina Mo Hai Ata Kiri (Foto: Istimewa)
2. Tarian Ina Mo Hai Ata Kiri dari Desa Lamahala Jaya.
Kisah Ina Hai Ata Kiri: Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah Raja Laga Doni yang memimpin Kerajaan Kenotan di Pulau Adonara. Sang raja memiliki sebuah sisir emas pusaka yang diwariskan kepada permaisurinya.
Suatu hari, sang permaisuri menitipkan sisir emas tersebut kepada putrinya. Kecantikan sisir emas itu memicu keserakahan dari pihak luar kerajaan, yang kemudian mengakibatkan sang putri diculik dan dibawa pergi menggunakan perahu hingga ke seberang lautan.
Kehilangan sang putri membuat keluarga dan rakyat sangat berduka. Peristiwa kehilangan ini diabadikan secara turun-temurun melalui nyanyian syair ratapan dan dipadukan dengan gerakan tari.

Ilustrasi Tarian Dana Dani (Foto: Istimewa)
3. Tarian Dana Dani dari Lohayong, dan
4. Tarian Nama Kapak dari Witihama.

Ilustrasi Tarian Sole Oha (Foto: Istimewa)
Puncak Acara (Tarian Massal Sole Oha): Tarian massal ini diperkirakan akan melibatkan ribuan massa pengunjung Lamaholot yang sudah sangat merindukan momen kebersamaan ini setelah sekian lama tidak diadakan. Dan dengan hadirnya 4 suhu pelantun pantun sehingga sole oha semakin hidup seperti di kampung halaman, tegas Haris.
Undangan yang akan hadir dalam Festival Lamaholot
Tamu Undangan & Tokoh Nasional yang rencananya juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting; Menteri Kebudayaan (Bapak Fadli Zon), Beliau diundang secara khusus karena memiliki kedekatan emosional dimana pada Juli 2025 lalu, beliau pernah mengunjungi Adonara dan telah dinobatkan secara adat menjadi bagian dari Keluarga Besar Lamaholot.
Demikian juga akan hadir Bupati Flores Timur, Anggota DPR RI Dapil Flores Timur. Achmad Yohan serta perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta serta para toko-toko Pemuda, Toko Masyarakat dan Toko Agama asal Lamaholot di Jabodetabek.
Warga Dispora Flores Timur sangqt antusias dalam Festival Lanaholot dalam skala nasional dan dilaksanakan di Anjungan NTT di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, tambah Haris penuh semangat.
Dengan hadirnya Mentri Kebudayaan, sebut Haris Tokan, Kedepan harapan terbesar setelah festival pertama di TMII ini sukses adalah menjadikannya sebagai agenda tahunan resmi (annual event) yang berkelanjutan di Jakarta, demi menjaga eksistensi budaya Lamaholot di mata nasional, pungkas Abdul Haris Tokan. (bha/jamian ab/agazali bethan).






