Suasana Bentrok Warga Desa Naraaaosina dan Dusun Belle Desa Waiburak (09/5/2026). (Foto: Istimewa)
Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, Danny Gunawan mengatakan, jumlah semua warga terkena luka tembak sebanyak enam orang. Satu warga dirujuk ke RSUD Larantuka pada Sabtu (9/5/2026) dan tiga orang dirujuk ke RSUD Larantuka pada Minggu (3/5/2026).
“Kemarin ada 1 orang luka tembak di dada sudah rujuk semalam. Pagi ini ada 5 orang lagi datang ke Rumah Sakit Adonara, 3 orang dirujuk ke Larantuka karena luka tembak di bokong dan paha,” ujar Danny Gunawan.
Danny mengatakan, warga yang terkena peluru berasal dari Narasaosina dan Saosina dengan usia 18-24 tahun.
Polres Flores Timur terus melakukan langkah-langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
TNI dan Polri hingga saat ini masih melakukan pengamanan, serta komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di wilayah terdampak.
Ka⁴polres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Dusun Bele, Desa Waiburak maupun Desa Narasaosina, untuk tetap menjaga persaudaraan, mengedepankan penyelesaian secara adat, musyawarah, dan hukum yang berlaku. Jangan mudah terpancing provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, karena keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (bha/agb468).






