Kebakaran Gg Nibung Samarinda (Foto: bha)

Amukan sijago merah digang Nibun tersebut juga diperkirakan membuat 25 jiwa penghuni tempat kos tersebut kehilangan harta benda mereka.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 08.10 Wita dari bagian atas salah satu bangunan, dalam waktu singkat bangunan yang terbuat dari kayu tersebut membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Sebelum pemadam tiba warga yang panik langsung berhamburan menyelamatkan diri melakukan upaya pemadaman, api dapat dikuasai setelah puluhan pemadam kebakaran dan balakar berjibaku memadamkan apai hingga jam 09.00 Wita api dapat dikuasai.
Salah seorang warga penghuni kos yang terdampak, Aimar Risky mengatakan saat itu dirinya berada dalam kos, tiba tiba mendengar dari tetangga teriakan ada api, langsung kami lari keluar dan meliat asal api pertama dari ujung bagian atas membesar dan menyebar kelainnya.
“Tiba-tiba mendengar teriakan tetangga ada api, langsung kami lari keluar, liat api dari ujung atas langsung membesar dan menyebar apinya kebagian lainnya,” ujar Aimar Risky.
Korban berdampak kainnya Decolvin (27) warga kota Kupang, NTT yang dan istri dan anaknya yang sudah 4 tahun domisili di kos tersebut mengatakan bahwa saat kebakaran dirinya bersama istri dan anaknya sudah di pasar segiri bekerja, setelah mendengar kebakaran dan kesini semua sudah habis hanya pakian di badan saja.
“Kebakaran itu saya sudah di pasar kerja, istri dan anak saya ikut. Saat dengar kebakaran langsung lari kesini semuanya sudah habis hanya pakian dibadan,” ujar Decolvin saat ditemui di TKP.
Pemilik rumah kos Haji Nur Khotimah (68) masih belum di temui, Yofi Fernando (30) mengaku sebagai menantu Haji Nur Khotimah, mengatakan bahwa saat kebakaran diribya berada di jalan mendengar adanya kebakaran dan kembali semua sudah habis terbakar.
“Kebakaran ini kita ada 18 pintu 18 di atas ada 12 pintu dan dibawah ada 6 pintu dengan 6 Kepala Keluarga (KK) senuanya habis terbakar,” sebut Yofi Vernando.
Bahri ketua RT 22 Kelurahan Temindung Permai dikonfirmasi dampak kebakaran terhadap penghuni kos tersebut, Bahri mengatakan bahwa tidak tau pasti berapa tang kos disitu, berapa KK, karena mereka keluar masuk tidak pernah melapor.
“Tidak tau berapa penghuni kos dan KK, mereka tidak terdaftar karena keluar masuk,” ujar Bahri singkat.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Suprianto, menyebut bahwa kevmbakaran menghancurkan dua unit bangunan utama, mencakup 1 unit rumah tunggal dan 1 unit bangsal berkapasitas sekitar 20 pintu. Karena ukuran bangunan cukup besar dan diduga didominasi material mudah terbakar, api menyebar sangat cepat,” terangnya.
Proses pemadaman berlangsung intensif selama satu jam hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 09.10 Wita.
Petugas sempat menghadapi kendala di lapangan, terutama akses masuk gang yang sempit serta banyaknya warga yang berkerumun untuk melihat kejadian, amun berkat sinergi solid antara petugas damkar dan relawan, api berhasil dikunci sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Selain bangunan, lima kendaraan juga ikut terbakar terdiri dari satu unit mobil dan empat sepeda motor.
Untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik di bagian atas bangunan utama. enyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kepolisian setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api dan kronologi lengkap peristiwa tersebut, tegas Supriyanto. (bha/agazali).






