Salah satu bangunan rumah di Desa Lamahala hancur akibat gempa, Kamis (09/4/2026) dini hari (Foto: bethan)
FLORES TIMUR : BritaHUKUM : Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Adonara, Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (09/4/2026) pukul 00.17 WITA hingga pukul 09.00 WITA Ratusan rumah hancur, tidak berpotensi stsunami.

Beberapa rumah dan ornamen masjid Jami AlMahruf Desa Lamahala rusak akibat gempa (foto: Istinewa)
Informasi di peroleh pewarta melalui telpon selular warga Lamahala, Adonara Timur, Hasanuddin Bethan, Kamis (09/4/2026) sekitar pukul 00.19 WITA mengabarkan bahwa barusan terjadi gempa dengan guncangan cukup besar sehingga semua warga berlari keluar rumah menyelamatkan diri.

Data sementara kerusakan di Desa Lamahala dan Desa Terong di Kecamatan Adonara Tinur (data.warga lamahala)
Hasanuddin Bethan kembali mengabarkan bahwa hingga kamis pagi gemba kecil terus berguncang. Pantauan sementara di Desa Lamahala Jaya sekita 15 rumah, sekolah juga masjid yang berdampak akibat guncangan gempa.

Kerusakan rumah di Desa Terong (Foto: Rovan)
informasi yang dihimpun melalui Rovan, warga Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kamis (09/4/2026) pagi menjelaskan bahwa gempa cukup besar menguncang desa Terong, sehingga masyarakat memili di luar rumah.
“Dari pandangan sementara yang kami lihat di Desa Terong dan sekitarnya hampir 100 rumah yang hancur, ada yang roboh dindingnya ada yang atapnya hancur,” ujar Rovan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter berada di darat 24 km tenggara Larantuka. Lokasinya pada koordinat 8,44 LS dan 123,14 BT dengan kedalaman 3 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebut gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Kedalaman hiposenter yang dangkal menyebabkan getaran dirasakan cukup kuat di permukaan.
“Gempabumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dampaknya dirasakan di wilayah Lembata, Adonara dan Flores Timur,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kupang, Kamis, 9 April 2026.
Getaran dirasakan di Flores Timur dengan intensitas III hingga IV MMI oleh masyarakat setempat. Di Lembata, getaran berada pada skala III MMI seperti truk berlalu.
Hingga pukul 05.40 WIB dilaporkan terdapat kerusakan bangunan di Kecamatan Adonara Timur. Sementara itu, hingga pukul 05.15 WIB tercatat 48 gempa susulan setelah kejadian utama.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa susulan hingga pagi hari. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat memastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Informasi dapat diakses melalui media sosial, situs resmi, dan aplikasi BMKG. (bha/agazalibethan).






